Kemunculan arsitektur

Kemunculan arsitektur

Arsitektur adalah seni merancang dan membangun bangunan dan struktur fisik lainnya. Arsitektur adalah setua sejarah manusia karena itu adalah kebutuhan dasar seorang manusia. Arsitektur melambangkan sejarah, budaya, tradisi, teknologi, dan iklim bangsa. Pada zaman purba manusia digunakan untuk hidup di gua tetapi dengan berlalunya tren waktu berubah. Sebagai “kebutuhan adalah ibu dari penemuan” manusia mulai membuat rumah-rumah yang terbuat dari batu untuk melindungi diri mereka dari kondisi iklim yang ekstrim dan juga dari binatang liar. Inovasi baru dan tren baru berlaku dan manusia mulai membuat rumah dengan batu bata yang terbuat dari lumpur, kemudian mereka mulai memanggang batu bata ini untuk membuat mereka lebih kuat untuk melindungi diri dari bencana alam lainnya.

Sampai sekarang, banyak seniman dan filsuf besar telah mendefinisikan arsitektur tetapi tidak memiliki definisi statis. Ini adalah seni yang secara langsung berkaitan dengan semua manusia karena seorang pria yang kaya atau miskin, tinggi atau pendek atau mungkin tinggal di bagian dunia mana pun harus menghadapi arsitektur di masa hidupnya. Itu tidak bisa dihindari, bukan kita suka atau tidak. William Morris mendefinisikan arsitektur sebagai “membentuk dan mengubah kebutuhan manusia dari wajah bumi itu sendiri.” Menurut John Rustin, ini adalah seni untuk semua orang belajar karena semua peduli dengannya. Hal ini dipengaruhi oleh iklim, budaya, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Arsitektur suatu bangsa sangat menggambarkan selera masyarakatnya. Arsitektur juga dianggap sebagai musik yang dibekukan. Seorang jasa arsitek mengatakan bahwa arsitektur adalah komoditas, ketegasan dan kesenangan.

Dengan berlalunya waktu penemuan baru di bidang teknologi, kimia dan banyak bidang ilmiah lainnya dilakukan. Banyak bahan-bahan baru telah diperkenalkan oleh para jasa  arsitek dan ahli kimia yang diproduksi secara artifisial dengan biaya rendah. Arsitektur masa kini adalah perpaduan antara strukturalisme, formalisme, teknologi tinggi, ekspresionisme, dan neo ekspresionisme. Industri dan profesionalisme yang tumbuh cepat melahirkan arsitektur modern yang sederhana, kurang hias, tetapi maksimum berorientasi pada orang. Arsitektur modern kaya akan inspirasi dan ide-ide abstrak di baliknya. Dengan semakin kompleksnya arsitektur, lebih lanjut dibagi menjadi berbagai cabang. Bahaya lingkungan adalah isu paling panas saat ini karena itulah para arsitek mencoba membuat desain yang ramah lingkungan.